Kementerian Pekerjaan Umum

Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum
(021) 72801060 ppid.djpi@pu.go.id
Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110, Gedung G
Pembiayaan Kreatif Menjadi Strategi Penting Dalam Mengatasi Tantangan Pendanaan Infrastruktur Jalan di Indonesia
Aug 25, 2023
By Admin
Dilihat 284 kali

Pembiayaan Kreatif Menjadi Strategi Penting Dalam Mengatasi Tantangan Pendanaan Infrastruktur Jalan di Indonesia

Sekretaris Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian PUPR, Sudiro Roi Santoso menyampaikan paparan saat menghadiri acara Konferensi Asia Australasia Road Conference (AARC) 2023 dengan tema “Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Pembangunan Jalan di Indonesia” Labuan Bajo (25/8/2023).
Dalam paparannya Roi mengatakan pembangunan infrastruktur, khususnya pembangunan infrastruktur konektivitas, sangat penting untuk pembangunan perekonomian dan sosial berkelanjutan suatu negara, dan Indonesia tidak terkecuali. Indonesia telah membuat kemajuan signifikan dalam mengembangkan infrastruktur jalan dalam beberapa tahun terakhir, walaupun masih ada beberapa kekurangan.

Dalam menghadapi kesenjangan antara anggaran yang terbatas dan kebutuhan dana yang besar, pembiayaan kreatif menjadi strategi penting yang dijalankan oleh Kementerian PUPR dalam mengatasi tantangan pendanaan infrastruktur jalan di Indonesia. Inovasi dalam pembiayaan, seperti skema KPBU dengan Pembayaran Ketersediaan Layanan (Availability Payment atau AP), telah digunakan dalam preservasi jalan non tol. Skema ini berfokus pada pemeliharaan jalan dan jembatan dengan pengembalian investasi yang dianggarkan secara berkala.

Selain itu, Kementerian PUPR juga sedang menyiapkan beberapa skema pembiayaan kreatif seperti Estafet Financing dan implementasi Land Value Capture (LVC). Pembiayaan Estafet adalah sebuah inovasi skema pembiayaan yang fokus pada pengembangan jalan tol dengan menggunakan dana yang bersumber dari pendapatan jalan tol lainnya. Dengan skema ini, pembiayaan proyek bisa dapat digeser atau dialihkan dari satu sumber ke sumber lainnya selama siklus hidup proyek. Adapun yang dimaksud skema LVC, pemerintah memperhitungkan peningkatan nilai properti di sekitar proyek tersebut sebagai sumber pendanaan tambahan.

Acara ini dihadiri oleh 1.052 peserta, dimana 135 orang merupakan peserta internasional yang berasal diantaranya dari Thailand, Taiwan, Korea Selatan, Afrika Selatan, Singapura, Filipina, Malaysia, Jepang, China, Australia, Inggris, Kanada, dan Kamboja.

Share:

Apakah informasi di atas cukup membantu?

Proyek KPBU Terkait

Jalan Tol Gedebage - Tasikmalayaa

Rp 34,19 Triliun

Jalan Non Tol Jalan Tol Gedebage - Tasikmalayaa Jawa Barat
Jalan Tol Gilimanuk - Mengwi

Rp 26,31 Triliun

Jalan Tol Jalan Tol Gilimanuk - Mengwi Bali
TPA Sampah Manggar

Rp 1,91 Triliun

Persampahan TPA Sampah Manggar Manggar, Kalimantan Timur
SMART WATER MANAGEMENT (SWM) SEMARANG CITY

Rp 578 Milyar

SPAM SMART WATER MANAGEMENT (SWM) SEMARANG CITY Kota Semarang, Jawa Tengah
PSEL Sulawesi Utara (PLTSa TPA Regional Mamitarang)

Rp 800 Milyar

Persampahan WTE PSEL Sulawesi Utara (PLTSa TPA Regional Mamitarang) Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara