DJPI Komitmen Terus Perkuat Kompetensi Pegawai
Wujudkan ASN Profesional, Berintegritas, dan Berorientasi pada Pelayanan
Sekretariat Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastuktur (Setditjen PI) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkomitmen terus melakukan perwujudan Aparat Sipil Negara (ASN) yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan. Salah satu wujud komitmen tersebut dilakukan dengan menggelar Sosialisasi Kode Etik, Disiplin, dan Presensi Satu Bravo di Lingkungan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) yang dilaksanakan di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa (4/8).
Saat membuka kegiatan tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PI (Sesditjen PI), Reni Ahiantini menyampaikan bahwa keberhasilan suatu organisasi tidak hanya ditentukan kompetensi pegawainya, tetapi juga oleh integritas, kedisiplinan, dan kepatuhan para pegawai terhadap norma serta ketentuan yang berlaku. Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Kepala Biro Kepegawaian Kementerian PU, Ellis Sumarna membawakan materi Internalisasi Peraturan Disiplin, Kode Etik, dan Kode Perilaku Pegawai Aparatur Sipil Negara, serta Kepala Bidang Manajemen Teknologi Informasi, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Sekretariat Jenderal, Kementerian PU, Yohanes Richwanto dengan materi Sosialisasi Satu Bravo.
Sebagai insan Kementerian PU, ASN DJPI memegang amanah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Amanah tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh pegawai memiliki komitmen yang sama dalam menjunjung tinggi nilai-nilai etika, mematuhi disiplin, serta melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
"Kegiatan ini bukan sekadar menyampaikan regulasi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran bahwa setiap perilaku, keputusan, dan tindakan kita sebagai pegawai akan mencerminkan kualitas organisasi tempat kita mengabdi," papar Sesditjen PI.
Dari materi yang disampaikan Kepala Biro Kepegawaian diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai standar perilaku yang harus dijaga, baik dalam pelaksanaan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Serta, memahami bahwa disiplin bukan hanya berkaitan dengan kehadiran atau kepatuhan terhadap jam kerja, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab moral dan profesional dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara.

Kepala Bidang Manajemen Teknologi Informasi, Pusdatin, Yohanes Richwanto memaparkan aplikasi Satu Bravo yang merupakan bagian dari transformasi digital tata kelola kepegawaian yang mengedepankan akuntabilitas, transparansi, dan ketertiban administrasi. Sosialisasi aplikasi tersebut dilakukan untuk mendapatkan persamaan persepsi mengenai tata cara pelaksanaan presensi di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Dalam pemanfaatan aplikasi Satu Bravo, Sesditjen PI mengajak seluruh pegawai DJPI untuk menggunakannya dengan tertib, jujur, dan bertanggung jawab.
Selanjutnya, Sesditjen PI juga menyampaikan bahwa DJPI terus berupaya membangun budaya kerja yang profesional dan berintegritas. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen kita dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi.
"Saya percaya bahwa keberhasilan membangun budaya organisasi tidak cukup hanya melalui kebijakan atau aturan, tetapi harus dimulai dari komitmen setiap individu. Integritas tidak lahir karena diawasi, melainkan karena menjadi bagian dari karakter," ujar Sesditjen PI seraya menambahkan, “demikian pula disiplin, bukan karena takut dikenai sanksi, melainkan karena adanya kesadaran bahwa setiap pegawai memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik organisasi".
Kegiatan ini momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen dalam mengimplementasikan nilai-nilai BerAKHLAK sebagai Core Values ASN, bekerja secara profesional, adaptif, kolaboratif, dan senantiasa menjaga etika dalam setiap pelaksanaan tugas.
Ia juga berharap setelah mengikuti kegiatan ini, seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan di unit kerja masing-masing. "Apa yang diperoleh pada hari ini hendaknya dapat disampaikan kembali kepada rekan kerja lainnya sehingga pemahaman mengenai kode etik, disiplin, dan penggunaan Presensi Satu Bravo dapat diterapkan secara seragam," paparnya.
Hadir pada sosialisasi tersebut perwakilan dari Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Bina Marga (PPIBM), Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Cipta Karya (PPICK), Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Sumber Daya Air (PPISDA), Direktorat Pengembangan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Pembiayaan (PPISS), serta pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal PI.(*)