Sinergi Pembangunan Bali: DJPI Kementerian PU Kawal Skema Pembiayaan Infrastruktur Konektivitas Strategis
DENPASAR – Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) Kementerian Pekerjaan Umum turut hadir mendampingi kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Kamis (12/2). Hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Bina Marga, Erna Wijayanti, mewakili DJPI Kementerian PU untuk membahas skema percepatan pembangunan infrastruktur di Pulau Dewata.
Kehadiran DJPI menjadi krusial dalam menindaklanjuti usulan terkait program-program strategis Provinsi Bali, khususnya melalui skema pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan.
Peningkatan Konektivitas dan Pembiayaan Inovatif
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan sejumlah tantangan strategis, mulai dari kemacetan, keterbatasan air bersih, hingga kesenjangan ekonomi wilayah. Sebagai respons, Erna Wijayanti bersama jajaran Kementerian PU memberikan perhatian khusus pada pemaparan teknis terkait rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi di Provinsi Bali.
Keterlibatan DJPI dalam pertemuan ini mempertegas komitmen Kementerian PU dalam mencari solusi pendanaan bagi penyediaan infrastruktur jalan tol guna meningkatkan konektivitas di Provinsi Bali. Mengingat kontribusi devisa pariwisata Bali yang cukup besar dukungan melalui penyediaan infrastruktur yang andal menjadi prioritas utama.
Sinergi Lintas Sektoral
Selain penjelasan terkait pembangunan infrastruktur konektivitas di Provinsi Bali dari Direktorat Jenderal Bina Marga, DJPI, dan Badan Pengatur Jalan Tol, dalam pertemuan ini Direktorat Jenderal Sumber Daya Air juga turut menjelaskan program Penanganan Banjir dan Pengamanan Pantai di Provinsi Bali.
Pendekatan Pembangunan Khusus
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menekankan bahwa Bali memerlukan pendekatan pembangunan yang unik.
"Bali harus dibangun secara khusus, karena pembangunan Bali berbeda. Kita harus membangun infrastruktur yang selaras dengan budaya," ujar Lasarus.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dengan kelestarian alam, manusia, dan kebudayaan Bali sebagai pusat peradaban yang harus dijaga keasliannya.