Kementerian Pekerjaan Umum

Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum
(021) 72801060 ppid.djpi@pu.go.id
Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110, Gedung G
Market Sounding: 3 Proyek Jalan Tol Melalui Skema KPBU di Kementerian PU
Mar 05, 2026
By Admin
Dilihat 313 kali

Market Sounding: 3 Proyek Jalan Tol Melalui Skema KPBU di Kementerian PU

Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum (DJPI) melaksanakan Market Sounding (Penjajakan Minat Pasar) dalam rangka penyiapan 3 (tiga) proyek Jalan Tol yaitu Jalan Tol Pejagan-Cilacap, Jalan Tol Dalam Kota Bandung atau Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), dan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi (Ruas Pekutatan-Soka-Mengwi) melalui skema Kerja Sama Pemerintah Dengan Badan Usaha (KPBU) kepada para calon investor dan lembaga keuangan di Jakarta, Kamis (5/03/2026).

Di dalam sambutannya pada acara dimaksud, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum (Dirjen PI), Rachman Arief Dienaputra menyampaikan bahwa arah kebijakan sektor Bina Marga (BM) yaitu meningkatkan kinerja pelayanan infrastruktur konektivitas jalan dimana nanti ada alat ukurnya melalui Indikator Kinerja Utama atau Key Performance Indicator (KPI), ujarnya.

Dirjen PI juga menyampaikan himbauan Menteri Pekerjaan Umum terkait proyek Jalan Tol. “Pemerintah bisa memberikan fasilitas dan kemudahan dalam pelaksanaan pengusahaan jalan tol, namun Menteri Pekerjaan Umum menghimbau sebisa mungkin proyek yang dibangun tidak menggunakan anggaran pemerintah,” ungkap Dirjen PI.

Pada sesi paparan proyek menghadirkan tiga narasumber yaitu, Erna Wijayanti (Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Bina Marga, DJPI) menjelaskan Proyek KPBU Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, Raj Kannan (Asia Pacific & Southeast Asia Leader for Infrastructure & Real Estate, Delloite) menjelaskan Proyek Jalan Tol Pejagan-Cilacap dan Agung Wiryawan (Partner in Sustainable Infrastructure Advisory, PwC Indonesia) menjelaskan terkait Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR).

Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Bina Marga (Direktur PPIBM), Erna Wijayanti, dalam sesi paparan menyampaikan bahwa Proyek KPBU Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) dan sudah selesai review studi kelayakannya.

“Tujuan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi untuk meningkatkan konektivitas jalan dan menghemat waktu tempuh pergerakan manusia dan barang yang berimbas pada pertumbuhan ekonomi. Pembangunannya akan dilaksanakan secara bertahap yaitu dengan mendahulukan Ruas Pekutatan-Soka-Mengwi dengan pertimbangan kondisi lalu lintas eksisting yang lebih padat ”, tegas Direktur PPIBM.

Sementara itu, Raj Kannan dalam penjelasannya menyampaikan bahwa Jalan Tol Pejagan-Cilacap dibangun untuk menghubungkan jalur Utara dan Selatan. Jalur Utara mencakup Brebes dan Tegal, sementara Jalur Selatan meliputi Banyumas dan Cilacap. “Proyek ini layak secara ekonomi dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi dan sosial,” ujar Raj.

Terkait Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), Agung Wiryawan, menyampaikan bahwa pembangunan BIUTR dilatarbelakangi oleh adanya beberapa tantangan transportasi di wilayah Bandung, yaitu kemacetan lalu lintas yang parah di jalan arteri perkotaan, pertumbuhan kendaraan yang telah melampaui perluasan jalan, serta konektivitas di sepanjang koridor Timur-Barat dan Utara-Selatan Bandung yang terbatas.

Di sisi lain, salah satu narasumber yang hadir yaitu Ahmad Zaki Arifin, dari PT. Penjaminan Infrastruktur (PT.PII) menyampaikan bahwa PT. PII melakukan penjaminan dan melakukan evaluasi terhadap proyek KPBU yang harus layak secara finansial, hukum dan ekonomi sehingga memberikan kenyamanan bagi calon investor.

Adapun Profil ketiga proyek KPBU Jalan Tol adalah sebagai berikut:
1. Jalan Tol Pejagan-Cilacap: Nilai investasi indikatif sebesar ±Rp27,03 Triliun, panjang jalan ±95,39 km dan masa konsesi selama 50 tahun.
2. Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR): Nilai investasi indikatif sebesar ±Rp31,58 Triliun, panjang jalan ±29,81 km dan masa konsesi selama 50 tahun.
3. Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi (Ruas Pekutatan - Soka - Mengwi): Nilai investasi indikatif sebesar ±Rp12,17 Triliun, panjang jalan ±35,52 km dan masa konsesi selama 50 tahun.

Ketiga Proyek KPBU jalan tol ini menggunakan skema pengembalian investasi user charge/tarif. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas pada ruas-ruas eksisting, memangkas waktu tempuh serta meningkatkan efisiensi distribusi logistik.

Rangkaian akhir dari acara Market Sounding ini adalah one on one meeting dengan Badan Usaha untuk mendapatkan penjelasan lebih mendetail terkait dengan ketiga proyek KPBU jalan tol dimaksud dengan narasumber dari Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM), BPJT, DJPI, PT. PII serta Tim Konsultan KIAT. Adapun harapan dari pemerintah dengan diadakannya Market Sounding ini adalah mendapatkan masukan, tanggapan dan minat dari para investor.

Acara ini dilaksanakan secara luring dan daring serta dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian/Lembaga, PT. PII, Perusahaan Konstruksi dan Investasi, Konsultan, Lembaga Keuangan, Asosiasi, Pemerintah Provinsi, dan Kedutaan dan Organisasi Internasional.

Share:

Apakah informasi di atas cukup membantu?