Proyek GHG Emissions Reduction in Infrastructure (GERIN) adalah proyek yang bertujuan untuk mendorong dekarbonisasi infrastruktur di Indonesia dengan menyederhanakan pengelolaan emisi proyek dan mengidentifikasi hambatan utama.
Proyek ini didukung oleh Pemerintah Australia, melalui Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT), dan bermaksud agar Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dapat mengukur dan mengambil langkah awal mitigasi emisi gas rumah kaca (GRK) dari proyek infrastruktur bidang Pekerjaan Umum.
|
Lindungi Indonesia:
Indonesia rentan terhadap perubahan iklim. Mengurangi emisi GRK membantu melindungi negeri kita dari dampaknya.
|
Hemat Biaya:
Infrastruktur yang berkelanjutan lebih tahan terhadap dampak iklim, sehingga menghemat biaya perbaikan dan kerusakan di masa depan.
|
|
Dukung SDGs:
Upaya ini mendukung langsung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Indonesia yang mencakup berbagai sektor.
|
Dongkrak Perekonomian:
Membuka lapangan kerja baru, mengembangkan keterampilan, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
|
|
Selaras Kebijakan:
Sejalan dengan strategi nasional (mis. target dan rencana aksi iklim).
|
Jaga Lingkungan:
Udara menjadi lebih bersih dan ekosistem serta keanekaragaman hayati terlindungi.
|
Salah satu hasil dari proyek ini adalah GERIN Tool, yaitu sebuah alat berbasis Excel sederhana yang digunakan untuk mengestimasi emisi GRK sepanjang siklus hidup proyek infrastruktur. GERIN Tool juga berkontribusi dalam mendukung tujuan Environment, Social, and Governance (ESG) di Indonesia.
GERIN Tool didasarkan pada prinsip dan struktur manajemen karbon yang diuraikan dalam PAS 2080:2023 Carbon management in buildings and infrastructure, yang semakin diakui sebagai standar dalam penanganan emisi pada infrastruktur.
Proyek GERIN juga menghasilkan studi yang mengidentifikasi hambatan dekarbonisasi pada empat bidang utama, yaitu (1) material dan teknologi; (2) standar dan regulasi; (3) biaya dan pembiayaan; (4) keterampilan dan kapasitas. Sejumlah peluang juga teridentifikasi dalam studi ini sebagai landasan untuk mewujudkan infrastruktur yang lebih hijau dan berketahanan.
GERIN Tool mendukung estimasi emisi di seluruh tahapan siklus hidup proyek infrastruktur, baik untuk proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) maupun non-KPBU. Alat ini sangat cocok digunakan pada tahap awal persiapan proyek, seperti studi pendahuluan (pra-FS), ketika ketersediaan data masih terbatas.
Penggunaan GERIN Tool sejak tahap awal siklus proyek membantu memastikan infrastruktur yang dikembangkan tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Grafik di bawah menunjukkan bahwa intervensi pada tahap awal memberikan dampak yang lebih besar dengan biaya yang lebih efisien.
Fungsi utama GERIN Tool:
| Fungsi | Deskripsi |
|---|---|
| Estimasi GRK | Menghitung emisi GRK berdasarkan data input. |
| Intervensi Pengurangan Nilai | Mengevaluasi dampak dari langkah-langkah pengurangan emisi terhadap total emisi proyek, serta memberikan informasi mengenai biaya, kemudahan pelaksanaan, dan manfaat serta risiko sosial-ekonomi dari setiap langkah. |
| Jalan & Jembatan | Jalan |
|---|---|
| Jembatan | |
| Sumber Daya Air | Bendungan |
| Irigasi | |
| Pemukiman | Penyediaan Air Bersih |
| Air Limbah | |
| Sampah Padat Perkotaan |
Bagian ini merangkum maksud pada dokumen sumber yang menampilkan gambar peran. Di sini disajikan kembali sebagai ilustrasi deskriptif.
GERIN Tool dibuat menggunakan Microsoft Excel, anda dapat membuka, menavigasi, dan menyimpan file seperti workbook Excel pada umumnya. Alat ini bekerja paling optimal pada versi Microsoft 365 dan Excel 2023 atau lebih baru.
Ilustrasi ringkas pada dokumen sumber.
GERIN Tool ini dimaksudkan untuk memberikan estimasi awal dan panduan dalam mengelola emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pada tahap perencanaan proyek infrastruktur.
Dengan menggunakan GERIN Tool, pengguna dianggap telah memahami dan menyetujui ketentuan dalam disclaimer ini.